Raih Gelar Duta Genre Inovator: Kreativitas Digital yang Berbuah Prestasi

Muhammad Ghozi Genre Kabupaten Bandung 2026

Prestasi membanggakan datang dari Universitas Bale Bandung (UNIBBA). Muhammad Ghozi Hidayat, mahasiswa semester 2 Program Studi Teknik Informatika, berhasil menyabet gelar bergengsi Duta Genre Inovator dalam ajang Pemilihan Duta Generasi Berencana (Genre) tingkat Kabupaten tahun 2026. Ia dinobatkan sebagai yang terbaik berkat inovasinya yang segar dan sangat relevan dengan kebiasaan remaja digital masa kini: mini series edukasi berformat short episodi film

‎Apa Itu Genre dan Apa Tugasnya?

‎Bagi sebagian pembaca yang belum familiar, Generasi Berencana (Genre) adalah program yang digagas oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) untuk membentuk remaja Indonesia yang berkualitas, sehat, cerdas, dan berakhlak mulia. Program ini berfokus pada pendewasaan usia perkawinan, kesehatan reproduksi remaja, pencegahan pernikahan dini, penyalahgunaan narkoba, serta perencanaan kehidupan berkeluarga di masa depan.

‎Adapun Duta Genre adalah figur remaja pilihan yang bertugas sebagai panutan (role model) dan konselor sebaya bagi teman-temannya. Tugas utamanya antara lain:

‎1. Mengedukasi dan Menyebarluaskan Informasi – Mensosialisasikan materi-materi Genre kepada remaja di sekolah, kampus, dan komunitas melalui penyuluhan, seminar, maupun konten digital.
‎2. Menjadi Role Model – Menampilkan perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari, seperti menjauhi pergaulan bebas, narkoba, dan fokus pada prestasi serta perencanaan masa depan.
‎3. Menggerakkan Generasi Muda – Mendorong teman sebaya untuk aktif dalam kegiatan positif dan ikut serta membangun lingkungan yang mendukung tumbuh kembang remaja.

‎Ghozi berhasil membuktikan kapasitasnya sebagai Duta Genre Inovator dengan menciptakan mini series yang memecah pesan-pesan penting Genre menjadi potongan cerita berdurasi hanya 1–2 menit per episode.

‎“Remaja sekarang terbiasa dengan konten singkat di TikTok, Reels, atau YouTube Shorts. Kalau kita paksakan video edukasi berdurasi panjang, mereka akan bosan dan langsung skip. Makanya saya bikin mini series ini agar pesannya sampai tanpa terasa menggurui, seperti sedang menonton drama pendek favorit mereka,” ujar Ghozi.

‎Konsep Cerita Bersambung yang Bikin Ketagihan

‎Dewan juri menilai inovasi Ghozi unggul berkat pendekatan bercerita yang modern:

‎Setiap episode 1–2 menit diakhiri rasa penasaran, membuat remaja menanti-nanti episode berikutnya. Ini mendorong mereka mengikuti pesan edukasi secara berkelanjutan.

‎-Karakter Relatable: Cerita dibintangi karakter remaja yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, memudahkan penonton merasa terhubung dan berefleksi.
‎- Distribusi Lintas Platform: Dirancang khusus untuk Instagram Reels, TikTok, dan YouTube Shorts tepat di tempat “nongkrong” para remaja masa kini.
‎- Diskusi Interaktif: Setiap akhir episode memancing diskusi di kolom komentar, menjadikannya ruang konseling sebaya yang positif.

‎Tak Hanya Berkarya, Ghozi Juga Turun Langsung Mengedukasi

‎Yang membuat sosok Ghozi semakin layak menyandang gelar Duta Genre Inovator adalah kepeduliannya yang tidak berhenti di dunia digital saja. Di sela-sela kesibukannya sebagai mahasiswa dan kreator konten, Ghozi secara aktif turun langsung ke sekolah-sekolah di Kecamatan Baleendah untuk memberikan edukasi kepada para pelajar.

‎‎Usai penobatan, Ghozi berkomitmen untuk terus mengembangkan mini series-nya ke musim-musim berikutnya serta memperluas jangkauan edukasi ke lebih banyak sekolah. Ia juga siap mewakili daerahnya ke jenjang pemilihan Duta Genre yang lebih tinggi.

‎“Saya ingin buktikan, anak muda khususnya mahasiswa teknik itu bukan cuma soal koding. Kita juga bisa peduli, berkarya, dan menyelamatkan masa depan teman-teman kita dengan cara yang kreatif,” pungkas Ghozi.